Serpihan Rasa

Rasa yang mengendap dalam kata yang tak terucap

0 notes

Hari ini aku mendapatkan pertanyaan menarik
Sedih mana antara saling mencintai tapi tidak dapat bersatu atau mencintai cinta yang bertepuk sebelah tangan
Aku mudah menjawabnya, aku akan lebih sedih pada keadaan saling mencintai tapi tidak dapat bersatu
Entahlah, aku merasa itu sebuah ironi
Dua orang yang slaing mencintai tapi tidak dapat bersama karena prinsip masing masing itu sepertinya lebih menyakitkan
Ternyata tidak dicintai bukan satu-satunya alasan seseorang tidak dapat bahagia

0 notes

Ternyata

Ternyata mencintai terkadang tidak memerlukan alasan, hanya tau aku tidak ingin kehilanganmu

Ternyata mencintai memang tidak perlu alasan, hanya tau aku nyaman bersamamu

Ternyata mencintaimu tidak perlu alasan lain, hanya saja ada beribu alasan untuk kita tidak bersama

dan aku harus punya satu alasan untuk melupakanmu

35 notes

zarry-hendrik:

Terima kasih kepada para penikmat kata-kataku yang membuat ini semua. Kalian membuatku merasa, apa yang aku katakan itu terkadang istimewa. ^^

23 notes

Pertanyaan yang muncul di dalam hidup terkadang mengagetkan. Membuat kita resah dan seperti dibelenggu oleh kata demi kata, ingin keluar dari teka-teki yang sebetulnya dibuat ada sebagai hadiah untuk mewarnai hidup kita, merawat gairah kita. Di sini aku diingatkan lagi akan pentingnya menanam keikhlasan. Ada kalanya aku memaksakan diri untuk mengenyangkan pikiranku, sampai aku harus menelan ego sendiri. Ternyata, hidup tidak harus semeresahkan itu, sekalipun hidup adalah misteri.

Jawaban tidak harus selalu keluar dari mulut manusia, kebenaran tidak harus selalu digenggam dengan segera. Ketika aku menengok cermin dan melihat diriku yang adalah manusia, kutemukan ada melekat pada diriku sendiri suatu kalimat yang berkata, “waktu selalu punya mulut yang lebih baik dari manusia dapat menjawab segala pertanyaan.” Ya, memang benar ada tertulis, bahwasanya semua ada waktunya.

(via zarry-hendrik)

0 notes

Seandainya bukan aku, mungkin kamu tidak seketakutan itu
Seandainya bukan aku, mungkin kamu masih disini
Seandainya bukan, seharusnya kamu tidak seperti ini

0 notes

Melegakan sekaligus menyakitkan
Memalukan sekaligus melegakan
Ah ini cuma permainan kata
Bagaimana baik dan tidaknya rasa hadir disebuah pertemuan
Sedari awal menguatkan, akhirnya pecah juga
Sedari awal meyakinkan, akhirnya memang seperti itu
Seharusnya tidak akan sekesakitan ini kan, seharusnya…
Nyatanya, sakitnya sama saja

0 notes

ini bukan

Ini bukan seberapa lama kita saling mengenal
Ini bukan tentang seberapa kita dekat, bukan seperti itu
Tetapi ini tentang seberapa melekatnya sosokmu diingatanku, seberapa betahnya kamu dipikiranku
Ini Tentang aku, iya hanya aku
Karena aku yang paling mengenal siluet pundakmu dari kejauhan

0 notes

Sakit itu seperti demam atau flu
Katanya itu jenis penyakit
Tapi aku merasa hatiku perih
Ah mungkin ini salah satu penyakit lainnya
Gejalanya sama dengan lainnya, tidak bisa tidur

0 notes

Sakit itu seperti demam atau flu
Katanya itu jenis penyakit
Tapi aku merasa hatiku perih
Ah mungkin ini salah satu penyakit lainnya
Gejalanya sama dengan lainnya, tidak bisa tidur

1 note

Aku bukan tidak ingin menjalin hubungan, bukan

Hanya saja, setiap aku mencoba, setiap itu juga aku kehilangan kepercayaan

Aku bukan tidak ingin membuka hati, bukan

Hanya saja, setiap aku mencoba, setiap itu juga aku tersakiti

Entahlah, kata memulai seakan tabu sekarang

Aku menikmati apa yang telah ada

Padahal apa yang ada pun tidak jelas kemana arahnya

Kadang ingin menyapa mereka yang saat ini bahkan tidak kukenal, sayangnya aku kembali menjadi penakut